Kembali ke halaman sebelumnya

Benarkah Pasien Covid-19 akan Meninggal jika Dibawa ke RS? Ini Jawaban dr Tirta

tribunnews.com 11 jam yang lalu
Benarkah Pasien Covid-19 akan Meninggal jika Dibawa ke RS? Ini Jawaban dr Tirta
Influencer sekaligus tenaga kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi menjawab sebuah statement sesat yang beredar di medsos terkait Covid-19, Kamis (5/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Di media sosial dan internet, beredar isu bahwa pasien positif Covid-19 akan meninggal jika dibawa dan dirawat di rumah sakit.

Statement atau pernyataan tersebut berkesan menggiring opini publik bahwa Covid-19 tidak berbahaya.

Menanggapi hal itu, Influencer sekaligus tenaga kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi memberikan jawabannya lewat akun Instagram miliknya @dr.tirta, Kamis (5/8/2021).

Influencer sekaligus tenaga kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi menjawab sebuah statement sesat yang beredar di medsos terkait Covid-19, Kamis (5/8/2021).
Influencer sekaligus tenaga kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi menjawab sebuah statement sesat yang beredar di medsos terkait Covid-19, Kamis (5/8/2021). (Instagram/@dr.tirta)

Pada unggahannya itu, ia menampilkan sebuah screenshot foto seorang pasien dan perawat dengan alat pelindung diri lengkap (APD) disertai caption sebagai berikut:

"KATANYA GANAS DAN MEMATIKAN

Jika Memang 'GANAS', Kenapa tidak Mati di Jalan, Kenapa Tidak Mati di Rumah, Kenapa Tidak Mati di Sawah/Kebun, Kenapa Tidak Mati di Pasar-pasar?
Tapi SELALU MATI DI RS

ADA APA DENGAN RS??

#OPENYOUR MIND #PLEASEWAKEUP #SALAMAKALSEHAT"

Di dalam kolom caption, dr. Tirta mengutip sebuah jurnal internasional bahwa kematian pasien Covid semakin berisiko jika pasien yang bersangkutan sudah berumur di atas 50 tahun dan memiliki lebih dari satu penyakit penyerta.

Sedangkan semakin muda usia pasien, semakin kecil risiko kematian.

Dokter Tirta juga mengungkit bahwa sejumlah pasien isolasi mandiri (isoman) meninggal karena telat ditangani oleh tenaga kesehatan.

Pada unggahan itu, dr. Tirta juga meminta warganet agar mengecek akun Instagram @faktacovid19.id yang berisi edukasi seputar Covid-19.

Berikut caption lengkap yang ditulis oleh dr. Tirta:

"APA BENAR PASIEN DIBAWA KE RS AKAN MENINGGAL?

Faktanya

Beberapa data kematian pasien di RS karena COVID-19 telah dipublikasikan:
1. Data di Jakarta yang telah dipublikasi di Jurnal Lancet Western Pasific mendapatkan bahwa terjadi 12% kematian pada 4265 pasien COVID yang dirawat 55 RS. Risiko kematian bertambah pada pasien dengan usia > 50 tahun, apalagi memiliki penyakit penyerta > 1 seperti sakit kencing manis, darah tinggi, penyakit ginjal kronis dsb

https://www.thelancet.com/journals/lanwpc/article/PIIS2666-6065(21)00017-1/fulltext

SO STATEMENT INI JELAS HOAX ! KARENA YANG SEMBUH STELAH KELUAR DARI RS JAUH LEBIH BANYAK !

BEBERAPA PASIEN JUGA MENINGGAL SAAT ISOMAN KARENA TELAT PENANGANAN

Lengkapnya : cek
@faktacovid19.id."

Dokter Tirta Jengkel Dicap Netizen Tutupi Kebenaran

Sebelumnya diberitakan, sosok Dokter Lois Owien sempat membuat geger masyarakat Indonesia karena memberikan statement kontroversial soal Covid-19.

Pada akhirnya, dr. Lois telah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui apa yang ia sampaikan terkait Covid-19 tidak memiliki dasar dan bukti yang jelas.

Dalam polemik ini, influencer sekaligus tenaga kesehatan dr Tirta Mandira Hudhi menjadi target cemoohan sejumlah netizen yang pro dan mendukung dr Lois.

Dokter Lois keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (12/7/2021) pukul 18.58 WIB.
Dokter Lois keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (12/7/2021) pukul 18.58 WIB. (Tribunnews.com/Reza Deni)

Seorang warganet bahkan menyebut, dr Tirta takut akan kebenaran yang dibawa oleh dr Lois.

"Jadi statement netizen ini mengatakan, banyak orang takut dengan dr Lois karena dia menyampaikan kebenaran," ucap dr Tirta dalam akun YouTube Tirta PengPengPeng, Selasa (20/7/2021).

Dokter Tirta sempat terdiam ketika membahas komentar netizen tersebut.

Ia lalu mempersilakan netizen yang menulis komentar itu menjalankan saran sesat dari dr Lois.

"Ya sudah, usulnya dr Lois yang Vitamin C 1 gram per jam tolong dicoba," ucap dr Tirta ngegas.

Berikut isi lengkap komentar netizen tersebut:

"Banyak cara yg akan ditempuh oleh orang2 ngak suka sama dr louise, mumgkin dokter2 yg anti dr louse takut belang mereka ketahuan sama masyarakat," tulis akun YouTube @Riana Zainun.

"Riana Zainun, tolong kalau kamu percaya kebenaran Lois, silakan minum solusi dari Lois, Vitamin C 1 gram per jam," kata dr Tirta.

"Dan kalau demam jangan pernah minum paracetamol obat racun."

"Itu saja enggak apa-apa," sambungnya.

Dokter Tirta lalu menjelaskan, jika mengikuti saran dari dr Lois maka fungsi ginjal manusia akan rusak karena overdosis Vitamin C.

Dokter Tirta menambahkan, dirinya sudah sejak lama berkomunikasi dengan dr Lois dan selalu ditolak ketika mengajak bertemu langsung untuk berdiskusi.

Kini dr Lois telah dipolisikan, dr Tirta mengaku sudah memaafkan yang bersangkutan dan mengajak publik mendoakan yang terbaik untuk dr. Lois.

"Saya kan pemaaf, urusan hukum dengan polisi, yang penting minta maaf," kata dr Tirta. (TribunWow.com/Anung)

Kembali ke halaman sebelumnya