Kembali ke halaman sebelumnya

Wakil Menteri Keuangan Punya Firasat Kurang Baik soal Pandemi Covid-19, Aduh!

jpnn.com 8 jam yang lalu
Wakil Menteri Keuangan Punya Firasat Kurang Baik soal Pandemi Covid-19, Aduh! - JPNN.COM
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memiliki keyakinan bahwa pandemi Covid-19 akan menjadi endemi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memiliki keyakinan bahwa pandemi Covid-19 akan menjadi endemi.

Pasalnya, pemerintah telah mampu menekan penularan Covid-19 dan akan terus memperkuat protokol kesehatan, vaksinasi, dan fasilitas sektor kesehatan.

“Kalau ini terjadi terus, kita bukan lagi hidup dengan pandemi Covid-19 tetapi endemi," ungkap Suahasil seperti dikutip dari Antara, Selasa (21/9).

Dia pun mengingatkan masyarakat untuk terus memperkuat protokol kesehatan, memperkuat tubuh dengan vaksinasi, dan hidup sehat sehingga bisa hidup bersama Covid-19.

"Virus ini bersama kita," kata Suahasil.

Kendati demikian, Suahasil meyakini aktivitas ekonomi akan kembali berjalan normal sehingga pertumbuhan ekonomi akan mencapai level sebelum Covid-19.

Keyakinan itu, lanjut dia, berdasarkan pengendalian Covid-19 dan penyakit lain secara terus-menerus dilakukan.

“Kalau kegiatan ekonomi mulai berputar lagi, kita berharap bahwa perekonomian dan dunia usaha akan berjalan dengan lebih baik, ada mobilitas, sehingga perbankan juga menjalankan fungsi intermediasi lagi,” kata Suahasil.

Suahasil berharap pertumbuhan ekonomi akan kembali kepada jalur pertumbuhan sebagaimana 20 tahun terakhir.

Apalagi didukung oleh jumlah kelas menengah yang mendominasi masyarakat Indonesia.

Menurut dia, konsumsi kelas menengah menentukan Indonesia ke depan.

Oleh karena itu, kelompok kelas menengah perlu diberikan informasi yang benar, baik terkait sektor keuangan maupun sektor lain.

"Misalnya kalau kebanyakan kelas menengah yang didominasi oleh usia muda ini tidak memakan makanan sehat, dalam 20 tahun ke depan kita akan bertemu masalah-masalah kesehatan,” terang Wakil Menteri Keuangan.

Pada saat yang sama, pemerintah juga melakukan reformasi struktural dengan menerbitkan Undang-Undang Cipta Kerja yang mengubah birokrasi perizinan, menjamin masyarakat yang kehilangan, membuat pondasi baru produk halal, dan mengelola investasi. (antara/jpnn)

Kembali ke halaman sebelumnya