Kembali ke halaman sebelumnya

Siapa Sebenarnya Almarhum J.E Sahetapy, Guru Besar FH Unair dan Punya Karier Moncer di Politik

tribunnews.com 2 jam yang lalu
Siapa Sebenarnya Almarhum J.E Sahetapy, Guru Besar FH Unair dan Punya Karier Moncer di Politik
Pakar hukum Universitas Airlangga, Prof Dr Jacob Elfinus Sahetapy SH MA tutup usia. 

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Pakar hukum Universitas Airlangga, Prof Dr Jacob Elfinus Sahetapy SH MA meninggal dunia pada Selasa (21/9/2021) pukul 06.57 WIB.

Jacob Elfinus Sahetapy atau yang lebih dikenal dengan nama J.E Sahetapy punya karier moncer di kancah nasional.

Siapa sebenarnya J.E Sahetapy?

Berikut profil dan biodatanya.

J.E Sahetapy merupakan guru besar Ilmu Hukum Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Hari ini J.E Sahetapy tutup usia, Selasa (21/9/2021) pukul 06.57 WIB.

Kabar meninggal dunia J.E Sahetapy disampaikan langsung lewat akun Instagram resmi Fakultas Hukum Unair.

"Rest in Peace 6 Juni 1932 - 21 September 2021 Prof.Dr. J.E.Sahetapy, S.H., M.A. (Guru Besar Emiritus Hukum Pidana dan Kriminologi FH UNAIR & Dekan FH UNAIR Periode 1979-1985)," tulis keterangan pada unggahan tersebut.

J.E Sahetapy di Mata Rekannya

Diketahui Guru besar Hukum Universitas Airlangga ini pernah menjadi Ketua Komisi Hukum Indonesia periode 2000-2014.

Profesor Sahetapy sapaan karibnya, juga sempat terjun ke dunia politik, dan menjadi anggota DPR-RI periode 1999-2004, dari Fraksi PDI Perjuangan.

Salah satu guru besar Unair, Prof Hotman Siahaan mengungkapkan rasa duka dan kehilangan atas meninggalnya Prof Sahetapy, 

Menurutnya, Prof Sahetapy punya tempat istimewa dalam penegakan hukum di Indonesia.

"Beliau memiliki integritas dan punya keberanian untuk mengungkapkan kebenaran," kata Prof Hotman.

Prof Hotman menilai, sepanjang hidup Prof Sahetapy diabdikan untuk mengkritisi pelanggaran yang terjadi pada pemerintahan siapapun.

"Bahkan sampai purna tugas beliau masih saja menunjukkan komitmennya terhadap penegakan hukum di Indonesia,” pungkasnya.

Semasa hidup, Sahetapy sempat mengajar di beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Selain di Fakultas Hukum Unair, Sahetapy juga mengajar Program Pasca-sarjana Hukum UI dan Universitas Diponegoro.

Sahetapy juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Petra.

Selain itu, ia sempat mengikuti pendidikan hingga selesai pada 1993 di Institut Alkitab Tiranus, Bandung.

Melansir dari berbagai sumber, dijelaskan bahwa Sahetapy pernah menjadi seorang birokrat, yaitu sebagai anggota Badan Pemerintahan Harian Provinsi Jawa Timur.

Ia juga sempat menjadi asisten Gubernur Jawa Timur, Mohammad Noor.

Bersamaan dengan gelombang reformasi di Indonesia, Sahetapy pun ikut terjun ke dalam politik dan menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P).

Dia menjadi anggota DPR/MPR mewakili partainya.

Selain itu, Sahetapy juga menduduki sejumlah posisi penting, seperti Ketua Komisi Hukum Nasional R.I. (sejak 2000), Ketua Forum Pengkajian HAM dan Demokrasi Indonesia, Surabaya, 1999, Anggota BP MPR RI, Anggota Komisi II (Hukum dan Dalam Negeri) DPR RI, Anggota Panitia Ad Hoc I (Amandemen UUD 1945) MPR RI, Anggota Sub Komisi Bidang Hukum DPR RI dan Anggota Badan Legislatif DPR RI.

Punya Cara Belajar Unik

Sahetapy punya cara unik untuk meningkatkan daya ingatnya.

Semasa SMP, dia belajar huruf Jawa dan Arab gundul.

Caranya, pelajaran yang sulit itu dia tulis di kertas lalu tempel di tempat-tempat yang sering didatangi.

Mulai dari WC hingga meja.

Di sisi lain, ia juga gemar membaca dan memerhatikan bagian tertentu dari sejarah hidup beberapa tokoh dunia.

Sahetapy menghafal Kennedy, Eisenhower, Thomas Alva Edison.

Jadi dia tidak sekadar membaca, tapi mencoba membaca sambil menerapkannya.

Pria kelahiran Saparua ini tidak pernah berpikir bisa masuk ke DPR karena tidak suka dengan partai-partai politik namun Megawati meminangnya untuk menjadi anggota DPR.

Kemudian, Sahetapu memutuskan untuk masuk menjadi anggota DPR.

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

Pendidikan

Institut Alkitab Tiranus, Bandung, 1993.

Penataran P4 Tingkat Nasional, Jakarta, 1979.

Doktor Ilmu Hukum Unair, Surabaya, 1978.

Business and Industrial Relations, University of Utah, Salt Lake City, USA,1962.

Fakultas Hukum Jurusan Kepidanaan Unair, Surabaya, 1959.

SMA 2/1, Surabaya, 1954.

SM (Kurikulum 4 tahun), Saparua, 1951.

Sekolah Rakyat, Saparua (1947).

Particuliere Saparuasche School (SD Swasta Bahasa Belanda), Saparua, 1942.

Karir

Anggota Baleg DPR RI.

Anggota Sub Komisi Bidang Hukum DPR RI.

Anggota Panitia Ad Hoc I (Amandemen UUD 1945) MPR RI.

Anggota Komisi II (Hukum dan Dalam Negeri) DPR RI.

Anggota BP MPR RI.

Anggota Fraksi PDIP MPR RI.

Anggota Fraksi PDIP DPR RI (1999-2004).

Anggota di Jawa Timur PDIP, Utusan Partai Politik dari Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku.

Ketua Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia, sejak 2000.

Anggota The Asia Pasific Forum of National Human Rights Institutions, 2000.

Anggota DPR/MPR RI, 1999.

Guru Besar Emeritus, 1998.

Guru Besar Tamu di Fakultas Hukum Leiden, Belanda dan Universitas Katholik Leuven, Belgia, 1989.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Petra Program Manajer Hukum.

Pidana dan Kriminologi, Badan Kerjasama Kerajaan Belanda-Republik Indonesia, 1986-1991.

Guru Besar Luar Biasa Program Pascasarjana Bidang Hukum UI (1981) dan Undip,Semarang (1982).

Guru Besar Fakultas Hukum Unair, Surabaya.

Dekan Fakultas Hukum Unair, Surabaya, 1979-1985.

Ketua PSK Fakultas Hukum Unair, Surabaya, 1974.

Pembina Unair, Surabaya, 1973.

Lektor Madya Unair, Surabaya, 1968.

Lektor Unair, Surabaya, 1967.

Pudek I Fakultas Hukum Unair, Surabaya, 1965-1967.

Dosen Sekolah Supply AL RI, Surabaya, 1963-1968.

Lektor Muda Unair, Surabaya, 1963.

Dosen dan Guru Besar S1, S2, S3 Unair, Surabaya

Asisten Ahli Unair, Surabaya, 1960.

Asisten Dosen Fakultas Hukum Unair, Surabaya, 1959.

Kembali ke halaman sebelumnya