Kembali ke halaman sebelumnya

Cuma 8% Pasien Hipertensi yang Rajin Minum Obat

okezone.com 5 jam yang lalu
https: img.okezone.com content 2021 10 27 481 2492355 cuma-8-pasien-hipertensi-yang-rajin-minum-obat-1JmXWv6Dwp.jpg
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT tidak menular banyak dialami masyarakat sebelum pandemi Covid-19 menyerang. Misalnya saja hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan sebagai.

Pasien dengan penyakit tidak menular tersebut setiap hari harus rutin minum obat. Ambil contoh pasien hipertensi harus minum obat untuk menstabilkan tekanan darah.

Sayangnya, berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes 2018 menyebut, masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi masih rendah dalam minum obat rutin. Masyarakat Indonesia yang memiliki penyakit hipertensi pada usia 18 tahun ke atas mencapai 34.1 persen.

 

Hipertensi

Namun demikian, yang sudah terdiagnosa dan minum obat baru 8.8 persen. Lalu dari 8.8 persen tersebut, yang patuh dalam minum obat rutin hanya sekitar 54.4 persen, sebanyak 32.3 persen tidak rutin minum obat, dan 13.3 persen tidak minum obat sama sekali.

Hal ini juga pernah dituliskan dalam Buku Analisis Pembangunan Industri Edisi II-2021 berjudul Membangun Kemandirian Industri Farmasi Nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) disebutkan bahwa, konsumsi obat per kapita Indonesia paling rendah di antara negara-negara ASEAN.

Selama pandemi, kehadiran apotek online rasanya membantu masyarakat. Tak hanya fokus pada pencarian obat Covid-19, namun juga banyak jenis obat lain dari beragam jenis penyakit, termasuk hipertensi. 

“Melihat masih rendahnya konsumsi obat per kapita masyarakat Indonesia dan juga banyaknya komponen pengeluaran biaya kesehatan setiap bulannya termasuk pembelian obat, masyarakat tak perlu khawatir lagi," ucap CEO Lifepack & Jovee Natali Ardianto.

Natalie menambahkan, biasanya harga beli obat di apotek online lebih murah, bahkan ada juga yang di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ada juga apotek online yang memberikan promo gratis ongkir, serta tak perlu antre membeli obat dengan susah payah di masa sekarang.

"Dengan begitu, masyarakat bisa menjaga kepatuhan minum obat dan meningkatkan kualitas kesehatan pribadinya," tutup Natali.

(mrt)

Kembali ke halaman sebelumnya