Kembali ke halaman sebelumnya

Ferdinand: Jangan Berharap Hari Ini Anies Baswedan Pakai Rompi Oranye di KPK

akurat.co 2 jam yang lalu
Ferdinand: Jangan Berharap Hari Ini Anies Baswedan Pakai Rompi Oranye di KPK
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean (Instagram/ferdinand_hutahaean)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (21/9/2021) hari ini.

Menyoroti itu, mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean berharap masyarakat tidak salah persepsi atas pemanggilan Anies. Dia mengatakan Anies diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC) dan kawan-kawan.

"Pemeriksaan @aniesbaswedan hari ini di @KPK_RI sebagai saksi untuk tersangka lainnya, bukan untuk mendalami peran atau keterlibatan Anies dalam perkara korupsi Rumah DP 0%," kata Ferdinand sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @FerdinandHaean3.

Oleh karena itu, Ferdinand mengimbau semua pihak tidak berharap Anies mengenakan rompi tahanan KPK. 

"Jadi jangan berharap hari ini Anies akan kenakan rompi orange. Nanti ada waktunya bila penyidik fokus pada peran Gubernur," tuturnya.

Sebelumnya, Anies berharap, keterangannya kepada penyidik akan membuat terang kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur.

"Saya berharap nantinya keterangan yang saya berikan akan bisa membantu tugas KPK di dalam menuntaskan persoalan korupsi yang sedang diproses. Jadi saya akan menyampaikan semua yang dibutuhkan semoga itu bermanfaat bagi KPK," ujar Anies sebeluk memasuki Gedung KPK, Selasa (21/9/2021).

Anies memastikan sebagai warga negara yang akan memenuhi panggilan KPK. Memberikan keterangan sebagai warga negara yang ingin ikut serta di dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik.

"Maka saya datang memenuhi panggilan," kata Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi bakal diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul. Anies dan Edi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC) dan kawan-kawan.

Tim penyidik KPK terus melengkapi berkas perkara tersangka Yoory dan kawan-kawan dengan masih mengagendakan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Karena Ali berharap kepada para saksi yang telah dipanggil patut oleh tim penyidik untuk dapat hadir sesuai dengan waktu yang disebutkan dalam surat panggilan dimaksud.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu eks Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles (YRC), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar serta satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo (AP).

Perusahaan Adonara Propertindo menjadi penyedia lahan untuk proyek Rumah DP 0 Rupiah milik Pemerintah DKI Jakarta lewat Sarana Jaya. Melalui Tommy dan wakilnya Anja, Yoory Corneles mengatur pertemuan hingga sepakat membayar tanah yang ditawarkan Adonara tanpa melakukan kajian terhadap lahan tersebut.

Bahkan KPK yakin antara Yoory dengan pihak Adonara, sudah ada pembahasan sebelum proses negosiasi dilakukan. Selanjutnya masih di waktu yang sama, juga langsung dilakukan pembayaran sebesar 50 persen atau sekitar sejumlah Rp108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe pada Bank DKI.

Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory dilakukan pembayaran lagi kepada Anja Runtunewe sekitar sejumlah Rp43,5 miliar.  

Perbuatan para tersangka tersebut telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar sejumlah Rp152,5 miliar. []

Kembali ke halaman sebelumnya