Kembali ke halaman sebelumnya

JK Diyakini akan Perjuangkan Anies Baswedan, Ini Analisis Qodari

beritasatu.com 7 jam yang lalu
M Qodari.
M Qodari. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bisa memberikan dukungan politik dalam hal lobi untuk pencalonan Anies Baswedan di Pilpres 2024. Namun, Qodari tak meyakini Jusuf Kalla akan mampu memastikan kemenangan suara.

Menurut Qodari, Jusuf Kalla memiliki sejumlah kekuatan. Pertama, kekuatan JK sebagai tokoh senior dalam politik. Banyak elite yang mengenalnya dan menghormatinya, termasuk pemimpin partai politik yang berusia muda.

Kedua, JK adalah pengusaha besar yang memiliki sumber daya ekonomi. Ketiga, JK adalah tokoh yang populer di kawasan Indonesia Timur. Walaupun keponakannya kalah dalam pertarungan pemilihan wali kota, JK tetap menjadi salah satu tokoh Indonesia kawasan timur.

"Dan tiga variabel ini membuat posisi pak JK diperhitungkan secara politik, walaupun tidak lagi menjadi Ketua Partai Golkar atau misalnya menduduki jabatan publik dan pemerintahan," kata Qodari, Senin (26/10/2021).

Dalam hubungannya dengan popularitas dan potensi Anies Baswedan sebagai calon presiden di 2024, Qodari menilai JK akan mendorong dan mengusahakannya. Hal ini dilakukan agar Anies Baswedan bisa maju sebagai calon presiden di tahun 2024. Qodari bahkan menilai JK akan menjadi tokoh utama yang menentukan bagi Anies Baswedan.

"Dan Pak JK sebagai dealmaker, mungkin ditambah lagi kelebihan Pak JK dia seorang dealmaker, seperti Donald Trump pandai mempertemukan dan membuat deal antara kelompok-kelompok yang berbeda, itu bisa mewarnai dan menentukan siapa calon wakil presiden untuk Anies. Juga bisa membantu mencarikan partai buat Anies Baswedan," urainya.

"Tentunya, seandainya Anies Baswedan itu nanti menang dan terpilih sebagai presiden, boleh dikatakan posisi dan pengaruh Pak JK akan tambah besar lagi, bahkan bisa jadi orang yang paling berpengaruh untuk Anies Baswedan. Dalam konteks itu pasti Pak JK akan berikhtiar ke arah sana," tambahnya.

Namun demikian, Qodari menilai untuk pengaruh dukungan JK terhadap elektabilitas Anies tak sebesar terkait lobi-lobi politik. Hal ini lantaran yang maju sebagai calon bukanlah JK sendiri.

"Ilustrasinya tahun 2014 Jokowi berpasangan dengan JK di Sulawesi Selatan menang, tetapi ketika JK tidak jadi wakil lagi, ya walaupun pak JK masih bersama pak Jokowi, istilahnya mendukung pak Jokowi bukan mendukung Prabowo, tetapi ya Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin di Sulawesi Selatan itu seingat saya kalah, 2019 kalah," kata Qodari.

Sumber: BeritaSatu.com

Kembali ke halaman sebelumnya