Kembali ke halaman sebelumnya

Aturan Naik Pesawat Semua Maskapai dan Anak di Bawah 12 Tahun Tak Perlu Tunjukkan Kartu Vaksinasi

tribunnews.com 8 jam yang lalu
Aturan Naik Pesawat Semua Maskapai dan Anak di Bawah 12 Tahun Tak Perlu Tunjukkan Kartu Vaksinasi
Dokumentasi Rahmad Dwi Putra via Kompas.com

BANGKAPOS.COM - Kewajiban menunjukkan hasil negatif PCR bagi penumpang pesawat di Jawa Bali mulai berlaku sejak 24 Oktober.

Kebijakan ini seiring PPKM di Jawa Bali yang berlaku sampai 1 November 2021.

Pengguna transportasi udara harus berhitung dua kali sebelum melakukan perjalanan.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemenhub Nomor 88 Tahun 2021 dan mulai berlaku, Minggu (24/10/2021).

Ini aturan naik pesawat semua maskapai:

Pertama, penumpang pesawat dari atau ke bandar udara di Pulau Jawa dan Bali, antar-kota di Pulau Jawa dan Bali, serta daerah yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) sebagai daerah PPKM Level 4 dan 3, wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama.

Sebagai catatan, kewajiban menunjukkan kartu vaksinasi dalam poin pertama di atas tidak berlaku bagi pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun.

Selain itu, pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau komorbid juga tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin Covid-19.

Kedua, penumpang pesawat juga harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Ketiga, untuk penerbangan dari dan ke bandar udara di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali yang ditetapkan melalui Inmendagri sebagai daerah PPKM Level 1 dan 2, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam keberangkatan.

Penumpang kategori kedua ini juga bisa menggunakan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Syaratnya, pelaku perjalanan tersebut harus melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Sejauh ini meski ada arahan dari Presiden RI Joko Widodo, harga tes PCR masih pada kisaran Rp500 ribu.

Belum ada klinik atau laboratorium yang menyediakan tarif Rp300 ribu untuk tes PCR.

Berikut harga tes PCR sejumlah maskapai penerbangan dikutip dari Kompas.com:

Lion Air Group

Tarif tes PCR yang ditawarkan oleh Lion Ari Group mulai dari Rp 250.000-Rp 350.000.

1. Harga Tes PCR Rp 250.000

- Keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK)

- Keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP)

- Melakukan tes PCR di fasilitas kesehatan Daya Dinamika Sarana Medika (DDSM) dan SWABAJA di area Jabodetabek.

2. Harga Tes PCR Rp 350.000

- Keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam (BTH), Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros (UPG)

- Keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo (SUB)

- Melakukan tes PCR di faskes:

a. SWABAJA di Batam, Kepulauan Riau

b. SWABAJA di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur

c. SWABAJA Makassar, Sulawesi Selatan

d. Rumah Sakit Sheila Medika Sidoarjo dan Surabaya di Jawa Timur.

Kedua tarif tersebut hanya berlaku bagi calon penumpang yang telah membeli tiket pesawat Lion Air Group.

Citilink

Citilink menawarkan harga tes PCR mulai dari Rp 279.000-Rp 399.000.

Tarif tes PCR preebook di KPH Lab (DDSDM):

- Jabodetabek: Rp 289.000

- Medan: Rp 399.000

Tarif tes PCR walk in di KPH Lab (DDSDM):

- Jabodetabek: Rp 279.000

- Medan: Rp 379.000.

Garuda Indonesia

Harga Tes PCR maskapai Garuda Indonesia bervariasi tergantung kondisi daerah masing-masing.

Namun, Garuda Indonesia memberlakukan tarif PCR mulai dari Rp 295.000 hingga Rp 440.000.

Tarif tersebut berlaku untuk Tes PCR di klinik atau rumah sakit jaringan KPH Lab dan SpeedLab Indonesia.

Adapun tarif tes PCR di KPH Lab (Daya Dinamika Sarana Medika) sebagai berikut:

- Wilayah Jabodetabek dikenakan tarif Rp 295.000.

- Wilayah Medan dan Pematangsiantar Rp 380.000.

Sedangkan, tes PCR di klinik jaringan SpeedLab Indonesia yaitu Rp 440.000.

Tarif tersebut berlaku untuk periode penerbangan 20 September hingga 31 Desember 2021.

Sriwijaya Air dan NAM Air

Sriwijaya Air dan NAM Air menawarkan harga tes PCR mulai dari Rp 380.000-Rp 450.000.

Adapun mitra faskes kedua maskapai tersebut adalah:

- SwabAja Rp 380.000 (seluruh kota)

- SwabAja Rp 525.000 (khusus Tanjung Pandan)

- RS KIM Rp 495.000 (Pangkalpinang)

- Nayaya Rp 450.000 (seluruh kota)

- Kanazawa Rp 450.000 (Pontianak)

- Sakura Rp 450.000 (Pontianak)

- Pontianak Rp 450.000.

Kembali ke halaman sebelumnya