Kembali ke halaman sebelumnya

Museum Nabi Muhammad di Madinah, Potret Kesederhaan Rasulullah

sindo news 7 jam yang lalu
Museum Nabi Muhammad di Madinah, Potret Kesederhaan Rasulullah
Museum Nabi Muhammad di Madinah (Foto/Ilustrasi : phinemo)

Museum Nabi Muhammad di Madinah memberi pelajaran bagi kita tentang kesederhanaan Rasulullah SAW . Meseum ini berteknologi tinggi namun menggambarkan hal yang sangat bersahaja di masa Nabi.

Muhammad The Messenger of Allah Exhibition diresmikan pada Februari lalu. Pangeran Faisal Bin Salman selaku Gubernur Madinah sekaligus ketua Otoritas Pengembangan Wilayah Madinah bilang museum ini merupakan cerminan dari kehidupan Nabi Muhammad SAW dan titik awal peradaban Islam yang sekarang telah menyebar di berbagai penjuru dunia.

"Sebuah warisan berjarah untuk memperlihatkan pendekatan Nabi Muhammad SAW yang sesungguhnya dalam menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia yakni dengan menunjukkan toleransi dan moderasi Islam," kata Pangeran Faisal Bin Salman seperti dikutip Arab News, saat peresmian museum tersebut.

Selain menjadi sumber edukasi, museum ini juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Madinah.

Museum ini memiliki ruangan teater canggih yang menghadirkan gambar dengan format 4DX. Ruangan ini nantinya akan memutar serangkaian film tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Islam.

Museum ini dioperasikan oleh Liga Muslim Dunia dan bertujuan untuk menyajikan pesan Islam tentang keadilan, perdamaian, belas kasihan, toleransi, dan moderasi.

Terdapat tujuh bahasa yang tersedia untuk pengunjung, di antaranya Arab, Inggris, Spanyol, Urdu, Prancis, Turki, dan Indonesia. Tempat ini juga menyediakan teater 4DX, yang memutar serangkaian film tentang kehidupan Nabi.

Salah satu dari 25 paviliun yang didedikasikan untuk sejarah perempuan dalam Islam, dan menampilkan peran penting, yang dimainkan perempuan di masa awal Islam dengan menyebarkan pesan kebenaran dan kebajikan. Kemudian juga peran penting yang dimainkan perempuan dalam kehidupan Nabi.

Tidak hanya tentang perempuan, salah satu paviliun di museum ini juga menyoroti perilaku Nabi Muhammad SAW dalam membesarkan anak-anaknya.

Kesederhanaan
Di samping itu, paviliun lain menggunakan teknologi 3D, realitas virtual, dan realitas tertambah untuk merekonstruksi dan mendeskripsikan banyak harta pribadi Nabi, termasuk detail furnitur, pakaian, alas kaki, dan bahkan sisirnya.

Di sini pengunjung juga bisa menyaksikan diorama kehidupan Nabi Muhammad SAW. Ada tempat tinggal beliau yang sederhana dengan bahan tanah liat dan beratapkan pelepah kurma.

Berdasar diorama yang ada di Muhammad The Messenger of Allah Exhibition, Laman Phinemo menyebutkan rumah nabi berukuran sekitar 8 x 4 meter. Rumah tersebut terbagi dalam dua ruangan. Ruangan pertama memiliki luas 5×4 meter yang digunakan sebagai ruang istirahat sekaligus ruang serbaguna. Satu ruang yang lain digunakan sebagai halaman.

Tak jauh dari rumah nabi, berdiri bangunan Masjid Nabawi. Masjid ini dulunya berlantai tanah. Bangunannya sangat sederhana, hanya berupa bangunan kotak seperti benteng dengan tembok setinggi pagar.

Masjid ini beratapkan daun kurma. Kayu penyangganya pun terbuat dari batang pohon kurma. Ada juga sebuah mimbar sederhana untuk Nabi Muhammad.

Letak Museum Nabi Muhammad berada di depan gerbang 8 Masjid Nabawi, Madinah. Lebih tepatnya berada di Al Haram, 42311 Al Madinah al Munawwarah, Saudi Arabia.

Dari Masjid Nabawi bisa ditempuh dengan berjalan kaki melalui Jalan Abi Thar Al Ghefari dengan waktu tempuh sekitar 7-10 menit. Jika menggunakan kendaraan bermotor bisa melewati First Ring Road, Al Salam.

Museum ini buka setiap hari pukul 08.00 – 12.00, setelah itu akan tutup karena waktu istirahat. Museum bakal dibuka lagi sekitar pukul 16.30 – 20.00. Pengunjung tidak dipungut biaya.

Museum yang dibangun sebagai bagian dari salah satu program Saudi Vision 2030 ini nantinya juga akan berdiri di sejumlah negara berpenduduk muslim.

Melansir dari Saudi Press Agency, Sekjen Liga Dunia Islam Muhammad bin Abdul Karim Al Issa menegaskan bahwa Liga Dunia Islam (MWL) telah menerima permintaan dari 24 negara untuk membangun salinan museum tersebut, salah satunya Indonesia dan Uni Emirat Arab.

Kembali ke halaman sebelumnya