Kembali ke halaman sebelumnya

Keluarga Ibu Hamil yang Wafat dalam Kecelakaan Maut Ungkap Kebiasaan Engkos Yang Tidak Biasa

tribunjabar.co.id 1 jam yang lalu
Keluarga Ibu Hamil yang Wafat dalam Kecelakaan Maut Ungkap Kebiasaan Engkos Yang Tidak Biasa
Kecelakaan maut di Jalur Pantura Indramayu tepatnya di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Minggu (19/9/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan Munawaroh (38) dan Sabik Bil Khoirot di Jalur Pantura, Minggu (19/9/2921), menyisakan kisah sedih yang dirasakan keluarga korban.

"Tentu sangat sedih dengan kabar kecelakaan hingga meninggal yang di alami keluarga A Engkos tersebut," ungkap Habib Yahya Bin Husen yang juga adik ipar korban kecelakaan maut itu, saat ditemui di rumah duka di Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan, Senin (20/9/2021).

Tak hanya itu, pihak keluarga juga mengungkapkan bahwa ada kebiasaan yang tidak biasanya dilakukan oleh salah seorang korban dalam kebiasaannya bersilaturhami tersebut.

Sebelum terjadi kecelakaan, Yahya Bin Husen ini menceritakan, keluarga Engkos alias Kosim (Nanang Kosim) itu sebelumnya silaturahmi dan melakukan kegiatan keluarga pada umumnya, di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusaka Jaya, Kabupaten Subang.

"Iya, A Engkos sebelum terjadi musibah bersilaturahmi dan membeli barang dagang untuk kebutuhan di sebagai pedagang di kampungnya. Saat sedang ngobrol keluarga, A Engkos sempat mengeluh ngantuk dan saat itu juga, istri saya sempat nawari buat ngopi tadi beliau gak mau," katanya.

Tidak lama dari waktu tadi, Engkos melangsungkan perjalanan pulang dan sekitar dua jam dari tempat tujuan sebelumnya di daerah Subang.

"Saya mendapat kabar, A Engkos telpon alami kecelakaan dan saya langsung ke lokasi dan melihat kondisinya emang memprihatinkan," katanya.

Mengenai kondisi di lingkungan kecelakaan tadi, diketahui istri Engkos alias Kosim dan anaknya memang sudah tidak bernyawa.

"Dari sana melihat kondisi korban sedang dilakukan evakuasi tim medis dan ada petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas disana," katanya.

Perasaan lain yang membedakan hingga terjadi kecelakaan maut, kata Habib Yahya ini mengemuka, bahwa biasanya Engkos alias Kosim itu datang ke Subang malam hari dan melakukan kembali pulang pada siang hari berikutnya.

"Iya kebiasaan A Engkos datang itu biasanya malam dan mengikuti kegiatan pengajian di majlis kami. Setelahnya itu dia biasa istirahat dan kembali pulang ke Kuningan pada siang hari.

Artinya, ketika dia bawa mobil tenaga dan kesehatannya terlihat segar. Nah, kebiasaan ini berbeda dengan sebelumnya hingga terjadi musibah begini, dan selain itu, A Engkos biasa ke Subang itu gak bawa keluarga," katanya.

Terpisah Melani Aulia (15) alias anak kedua dari keluarga kecelakaan maut itu mengatakan, terakhir komunikasi sama almarhum Munawaroh (38) itu hari Jum'at (17/9/2021).

"Iya komunikasi terakhir hari Jum'at dan itu setelah saya mendapat tranferan dari Ibu untuk kebutuhan mondok," kata Melani seraya menambahkan bahwa Ia sebagai Santriwati di Ponpes Daerah Kendal. (*)

Dimakamkan

Warga Kuningan yang menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut di Jalur Pantura sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan Jawa Barat, Senin (20/9/2021).

Kiai Didi Juhadi sekaligus kerabat korban terlibat kecelakaan maut, saat di rumah duka mengatakan, untuk prosesi pemakaman tadi dilangsungkan pada pukul 10 pagi.

"Tadi untuk jenazah sudah dikuburkan jam 10 pagi," katanya.

Korban meninggal, kata Kiyai menyebut bahwa mereka almarhum itu Munawaroh (38) dan Sabik Bil Khoirot (21).

"Kedua meninggal tadi dimakamkan dengan tempat berbeda. Mereka sudah dewasa jadi ditempatkan berbeda," katanya.

Teramati di rumah duka, tidak sedikit warga berdatangan untuk melakukan takjiah serta merasakan duka atas kejadian kecelakaan maut tersebut.

"Iya, saya kaget dengar kabar sebelumnya bahwa Pakiyai Engkos terjadi kecelakaan hingga ada meninggal dunia, yaitu istri dan anaknya," katanya.

Diketahui sebelumnya, Polisi mengungkap identitas korban kecelakaan maut yang terjadi di Jalur Pantura Indramayu di Desa Santing, Kecamatan Losarang pada Minggu (19/9/2021) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB.

Ada 2 orang meninggal dunia dan 3 orang luka berat atas kejadian tersebut.

Seusai kejadian, polisi langsung mengevakuasi para korban ke RS Bhayangkara Indramayu.

Kapolsek Losarang, Kompol Mashudi mengatakan, identitas korban meninggal dunia di Jalur Pantura itu adalah Munawaroh (38) dan Sabik Bil Khorot (21).

Sedangkan korban luka berat adalah Muhamad Najib (22), Nanang Kosim (46), dan Humairah Bilkis (3).

Para korban merupakan satu keluarga, warga Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

"Keterangan dari pihak rumah sakit, korban atas nama Munawaroh ini tengah hamil 7 bulan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (20/9/2021).

Lanjut Kompol Mashudi, suami korban yang selamat dan tengah menjalani perawatan pun, dikabarkan histeris saat mengetahui istrinya tersebut meninggal dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut tersebut melibatkan mobil Toyota Avanza putih Nopol E 1012 YS dan Mitsubishi Truck Nopol E 9050 PD.

"Korban penumpang Avanza, ada 5 orang penumpang, 2 orang di antaranya meninggal dunia dan 3 orang luka berat. Semuanya warga Kabupaten Kuningan," ujar Kompol Mashudi.

Kompol Mashudi menceritakan, insiden itu berawal saat kendaraan Mitsubishi truck sedang berhenti di bahu jalan di jalur Jakarta ke Cirebon.

Namun, dari bersamaan, tiba-tiba datang mobil Toyota Avanza. Sopir diduga mengantuk dan kemudian oleng ke kiri hingga menabrak bagian belakang kanan mobil truck.

"Posisi terakhir toyota avanza menghadap ke arah utara," ujar dia. (*)

Ibu Hamil 7 Bulan Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Indramayu, Suami Histeris

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Polisi mengungkap identitas korban kecelakaan maut yang terjadi di Jalur Pantura Indramayu di Desa Santing, Kecamatan Losarang pada Minggu (19/9/2021) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB.

Ada 2 orang meninggal dunia dan 3 orang luka berat atas kejadian tersebut.

Seusai kejadian, polisi langsung mengevakuasi para korban ke RS Bhayangkara Indramayu.

Kapolsek Losarang, Kompol Mashudi mengatakan, identitas korban meninggal dunia di Jalur Pantura itu adalah Munawaroh (38) dan Sabik Bil Khorot (21).

Sedangkan korban luka berat adalah Muhamad Najib (22), Nanang Kosim (46), dan Humairah Bilkis (3).

Para korban merupakan satu keluarga, warga Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.

"Keterangan dari pihak rumah sakit, korban atas nama Munawaroh ini tengah hamil 7 bulan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (20/9/2021).

Lanjut Kompol Mashudi, suami korban yang selamat dan tengah menjalani perawatan pun, dikabarkan histeris saat mengetahui istrinya tersebut meninggal dunia.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut tersebut melibatkan mobil Toyota Avanza putih Nopol E 1012 YS dan Mitsubishi Truck Nopol E 9050 PD.

"Korban penumpang Avanza, ada 5 orang penumpang, 2 orang di antaranya meninggal dunia dan 3 orang luka berat. Semuanya warga Kabupaten Kuningan," ujar Kompol Mashudi.

Kompol Mashudi menceritakan, insiden itu berawal saat kendaraan Mitsubishi truck sedang berhenti di bahu jalan di jalur Jakarta ke Cirebon.

Namun, dari bersamaan, tiba-tiba datang mobil Toyota Avanza.

Sopir diduga mengantuk dan kemudian oleng ke kiri hingga menabrak bagian belakang kanan mobil truck.

"Posisi terakhir toyota avanza menghadap ke arah utara," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut kembali terjadi di Jalur Pantura Indramayu tepatnya di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Minggu (19/9/2021) sekitar pukul 16.00 WIB.

Akibat insiden tersebut 2 orang meninggal di lokasi kejadian. Semuanya, warga Kuningan, Jawa Barat.

Kapolsek Losarang, Kompol Mashudi mengatakan, kecelakaan maut ini melibatkan mobil Toyota Avanza putih Nopol E 1012 YS dan Mitsubishi Truck Nopol E 9050 PD.

"Korban penumpang Avanza, ada 5 orang penumpang, 2 orang di antaranya meninggal dunia dan 3 orang luka berat. Semuanya warga Kabupaten Kuningan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Kompol Mashudi menceritakan, insiden itu berawal saat kendaraan Mitsubishi truck sedang berhenti di bahu jalan di jalur Jakarta ke Cirebon.

Namun, dari bersamaan, tiba-tiba datang mobil Toyota Avanza.

Sopir diduga mengantuk dan kemudian oleng ke kiri hingga menabrak bagian belakang kanan mobil truck.

"Posisi terakhir toyota avanza menghadap ke arah utara," ujar dia.

Dengan adanya kejadian tersebut korban penumpang luka luka dan meninggal dunia langsung dibawa ke Rumah sakit Bhayangakara Indramayu.

Kembali ke halaman sebelumnya