Kembali ke halaman sebelumnya

Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di AS Lampaui Flu Spanyol 1918

Pikiran Rakyat 2 jam yang lalu
Ilustrasi. Jumlah kematian Covid-19 di AS lampaui pandemi Flu Spanyol 1918.
Ilustrasi. Jumlah kematian Covid-19 di AS lampaui pandemi Flu Spanyol 1918. /Pixabay/Geralt/

PR CIREBON – Jumlah kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat (AS) tercatat telah melebihi jumlah korban pandemi Flu Spanyol pada 1918 di negara itu, menurut data baru.

Rekor suram itu tercatat ketika AS mengalami gelombang keempat yang didorong oleh Covid-19 varian Delta yang sangat menular.

Faktor lainnya yang menjadi penyebab utama banyaknya jumlah kasus kematian di AS adalah rendahnya angka vaksinasi di banyak daerah.

Dilansir PikiranRakyat-Cirebon.com dari Times of India, data Universitas Johns Hopkins menunjukkan 675.722 kematian akibat virus corona AS pada Jumat.

Angka itu telah melampaui 675.000 kematian AS selama wabah Flu Spanyol yang dimulai pada tahun terakhir Perang Dunia I.

Namun, Flu Spanyol masih lebih mematikan mengingat populasi AS pada tahun 1918 yang hanya sepertiga dari jumlah populasi saat ini.

Secara global, angka kematian akibat Covid-19 telah mencapai 4,7 juta, jauh lebih rendah dari Flu Spanyol.

Sebelum Covid-19, Flu Spanyol merupakan peristiwa paling mematikan dalam sejarah manusia yang menewaskan puluhan juta orang, menurut ahli epidemiologi.

Flu Spanyol menyebabkan kematian yang luar biasa tinggi di kalangan orang dewasa muda.

Diketahui, 24 persen orang dewasa AS, atau hampir 60 juta orang, belum mendapatkan dosis pertama mereka.

Hal itu disebabkan karena banyaknya informasi yang salah terkait vaksin, sehingga meningkatkan keragu-raguan vaksin ke tingkat yang baru secara historis.

Jumlah Vaksinasi di Indonesia

Dikutip dari Antara, Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan penduduk Indonesia yang telah menerima vaksinasi dosis pertama hingga Sabtu (17 September 2021) pukul 12.00 WIB mencapai 78.540.519 (78,54 juta) jiwa.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, terdapat penambahan sebanyak 1.123.031 jiwa yang mendapat vaksinasi dosis pertama.

Sementara jumlah penerima vaksinasi dosis kedua terhadap Covid-19 bertambah 591.855 jiwa.

Dengan tambahan tersebut, maka warga yang telah mendapat vaksinasi dosis kedua mencapai 44.716.570 (44,72 juta) jiwa.

Adapun mereka yang mendapatkan dosis ketiga, utamanya para tenaga kesehatan, mencapai 838.878 jiwa atau bertambah 4.340 jiwa pada Sabtu.***

Kembali ke halaman sebelumnya