Kembali ke halaman sebelumnya

Menkes Sebut Molnupiravir Hanya untuk Pasien Covid-19 Bergejala Ringan, Bukan yang Sudah Masuk RS

Pikiran Rakyat 5 jam yang lalu
Ilustrasi pil obat Covid-19.
Ilustrasi pil obat Covid-19. /Pixabay/Stavepb

PIKIRAN RAKYAT - Molnupiravir merupakan obat antivirus pil oral pertama yang diklaim mampu menurunkan sekitar separuh risiko kematian dan rawat inap akibat Covid-19, pada pasien dengan gejala ringan dan sedang.

Terkait efek yang dihasilkan dari obat tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan obat antivirus Molnuvirapir buatan Merck Amerika Serikat dapat mencegah 50 persen kemungkinan seorang penderita Covid-19 masuk rumah sakit.

“Obat ini diberikan ke orang yang saturasinya masih di atas 95 persen, tujuannya mencegah 50 persen dia masuk rumah sakit,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang diikuti dari YouTube Perekonomian RI di Jakarta, Selasa, 26 Oktober 2021.

Adapun obat tersebut berdosis 2 x 800 mg berjumlah 40 tablet untuk diminum oleh pasien 2 x 4 tablet per hari. Dalam hal ini, menurut Budi obat tersebut hanya diperuntukkan bagi pasien Covid-19 bergejala ringan dan tidak dipakai di rumah sakit.

“Strategi obat-obatannya kita sudah diskusi sama Merck kemarin saya ke Amerika untuk Molnupiravir ini obat untuk orang yang bergejala ringan bukan orang yang sudah masuk rumah sakit,” kata Budi.

Kemudian, Menkes Budi mengatakan pemerintah sudah melakukan pendekatan dengan Merck untuk kepentingan pengadaan Molnupiravir di Indonesia.

Budi bersama pihak terkait juga sudah mendatangi beberapa pabrik farmasi di dunia yang sudah diberikan lisensi oleh Merck untuk membeli Molnupiravir.

“Diperkirakan mudah-mudahan Desember nanti bisa datang (Molnupiravir),” kata Budi.

Lebih lanjut, selain melobi kedatangan obat ke Indonesia, Menkes Budi juga sedang berdiskusi dengan Merck terkait tawaran membuka produksi di Indonesia.

“Kalau bisa kita bikin di dalam negeri, sehingga kita memiliki ketahanan kesehatan yang lebih baik,” kata Budi.

Diketahui, Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat Merck & Co mengumumkan hasil penelitian pil oral antivirus mereka bernama Molnupiravir (MK-4482, EIDD-2801).

Dalam uji coba klinis fase ke-3 obat ini, telah melibatkan 775 orang pasien Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang selama lima hari atau kurang.

Bahkan, mereka ini mempunyai setidaknya satu faktor risiko atau komorbid seperti obesitas, diabetes mellitus, penyakit jantung dan juga usia tua lansia atau di atas 60 tahun.

Hasilnya menunjukkan, sekitar 7 persen partisipan studi yang menerima obat ini kemudian dirawat di rumah sakit dan tidak ada satu pun yang meninggal.

Sementara pada kelompok yang mendapat plasebo, sebanyak 14 persen dirawat di rumah sakit atau meninggal.***

Kembali ke halaman sebelumnya