Kembali ke halaman sebelumnya

Ahok Kini Berubah, Dulu Suka Maki-Maki Tapi Sekarang Tidak Lagi, Bicara Tegas Namun Berhati Lembut

tribunnews.com 7 jam yang lalu
Ahok Kini Berubah, Dulu Suka Maki-Maki Tapi Sekarang Tidak Lagi, Bicara Tegas Namun Berhati Lembut
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mengunjungi lokasi tangki T-301 di area Kilang Balongan. 

POS-KUPANG.COM – Siapa tak kenal Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok? Sosok ini dikenal karena ketegasannya saat memimpin DKI Jakarta.

Namun dibalik sikapnya yang biasa disebut suka marah itu, Ahok juga punya rasa mudah iba.

Ia bahkan tak sungkan-sungkan memberikan bantuan kepada mereka yang hidupnya susah karena berkekurangan.

Ahok tak hanya bersikap tegas, ia juga dinilai bersikap sangat kasar. Olehnya banyak kalangan tak senang atas sikapnya tersebut.

Bahkan suami Puput Nastiti Devi itu mengaku secara jujur akan sikapnya yang demikian.

Bila ketegasan sikapnya kala memimpin Jakarta diungkit lagi, maka Ahok yang kini sebagai komisaris utama pertamina itu ternyata telah menyadari hal itu.

Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama dan Presiden Jokowi saat meresmikan program B30, (23/12/2019).
Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama dan Presiden Jokowi saat meresmikan program B30, (23/12/2019). ((Twitter.com/basuki_btp))

Ahok mengatakan, saat ini ia sedang belajar untuk bisa mengolah emosi dengan baik.

Jika dirinya dulu mudah marah-marah kepada orang yang dirasa tidak tepat melakukan tugasnya, maka sekarang tidak lagi.

Ahok mengatakan, saat ini bila ia menegur menegur seseorang secara tegas, tapi dalam hatinya mengasihi orang yang ditegur tersebut.

Selain itu, Ahok juga sekarang berprinsip, jika tidak suka dengan perbuatan seseorang, tapi ia tidak pernah membenci orangnya.

"Jadi ada begitu besar perbedaan . Saya bisa rasakan, karena saya sekarang sedang belajar."

"Kalau kita marah sama orang, kita menegur orang, bilang kebenaran dengan kemarahan ada kebencian di dalam kita, itu jadinya nggak tepat."

"Jadi harusnya, bahasanya menegur tapi dalam hati kita mengasihi, kita nggak suka perbuatannya tapi kita nggak benci dia," ujar Ahok kala diwawancari presenter Daniel Mananta.

Daniel beranggapan, sebenarnya kemarahan memang tetap diperlukan, apalagi jika terjadi ketidakadilan.

"Do you still get angry atau akhirnya, yaudah deh gue diam aja daripada nanti gue masuk (penjara) lagi itu misalnya?" tanya Daniel.

Ahok menegaskan, dirinya sekarang juga tidak diam saja ketika melihat ada yang tidak beres.

Ia lantas menyinggung soal dirinya yang pernah marah saat rapat internal di Pertamina.

Bahkan, Ahok tak segan-segan mengancam akan memecat pihak yang tidak melaksanakan tugasnya.

"Saya kalau dia (pejabat yang tidak melaksanakan tugas) nggak laksanakan, saya sampaikan 'kalau Anda nggak kerjakan sekali lagi mohon maaf saya akan usul pecat'," kata Ahok.

Menurut Ahok, hal itu disampaikannya secara terbuka di depan para peserta rapat yang lain.

Tak hanya itu, Ahok juga menceritakan dirinya yang pernah dibuat jengkel oleh pejabat Pertamina yang lain.

Saat itu, Ahok mengingatkan, agar pejabat lain yang ingin melakukan tindakan di Pertamina untuk meminta izin kepada dirinya, termasuk pergantian direksi.

"Ketika melakukan sesuatu tanpa melalui izin saya, lalu saya bilang 'saya bukan sombong, kan saya ditugaskan sebagai Komut di sini."

"Tentu banyak hal yang dilakukan penggantian direksi harus lapor kepada saya'."

"Lalu tiba-tiba ada seorang pejabat angkat tangan yang ngomong begini 'mohon maaf itu bukan urusannya Komut, ini langsung dengan Menteri BUMN, Erick Thohir'."

"Wah ini kalau pikir kan kurang ajar banget gitu kan," ujar Ahok.

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/10/2019).
Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/10/2019). (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Kalau dulu, lanjut Ahok, dirinya menemui orang yang seperti itu, mungkin akan langsung dimaki-maki.

Tapi sekarang, Ahok lebih memilih untuk tetap tenang dalam menyikapinya.

"Kalau dulu kayak gitu saya maki-maki tapi untuk sekarang, dia ngomong seperti itu saya senyum aja."

"Saya cuma bilang sama Dirut yang lain, sekali lagi kalian lakukan seperti ini saya akan ajukan mundurkan diri atau saya pecat kalian," tandas Ahok.

Daniel Manantha sempat menyinggung apakah perubahan sikap itu karena faktor sang istri Puput Nastiti Devi, Ahok hanya tersenyum.

Ia menyebutkan, perubahan dalam dirinya itu merupakan proses yang lahir dari dalam diri, juga faktor lain, termasuk keluarga. (*)

Kembali ke halaman sebelumnya