Kembali ke halaman sebelumnya

Ini arti level PPKM turun, bukan alasan protokol kesehatan jadi kendor

brilio.net 5 jam yang lalu
Ini arti level PPKM turun, bukan alasan protokol kesehatan jadi kendor

Brilio.net - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 meminta masyarakat di sejumlah daerah tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). Kewaspadaan tetap diperlukan meski level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) turun serta ada relaksasi kegiatan.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny B. Harmadi mengungkapkan fenomena disiplin prokes di beberapa daerah mulai terlihat mengendur. Dari data yang dimiliki satgas, sejak tanggal 3 hingga 22 Oktober 2021, daerah yang mengalami penurunan kepatuhan protokol kesehatan terus bertambah.

"Penurunan kepatuhan protokol kesehatan tidak hanya pada level kabupaten/kota, tetapi juga di tingkat kecamatan," ujar Sonny dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10).

Pada 3 Oktober lalu, Sonny mengatakan bahwa terdapat 8,13% kabupaten/kota dengan tingkat kepatuhan memakai masker di bawah 60%. Sedangkan pada 22 Oktober, jumlah kabupaten/kota yang termasuk zona merah kepatuhan memakai masker di bawah 60% tersebut naik menjadi 10,19%.

Pada periode yang sama, jumlah kecamatan yang termasuk zona merah kepatuhan memakai masker bertambah dari 12,99% menjadi 14,62%. Jika trend ini terus terjadi, tentu kasus Covid-19 di Indonesia berpotensi naik.

Perlu upaya bersama semua pihak untuk tetap mengoptimalkan perlindungan kesehatan, mengingat ancaman virus Covid-19 masih ada. Ia mengatakan protokol kesehatan yang disiplin dan konsisten mutlak dibutuhkan di tengah peningkatan mobilitas penduduk. Hal tersebut untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19.

"Saat kasus sedang melonjak ataupun melandai, perilaku masyarakat harus tetap sama dalam menerapkan 3M. Selalu pakai masker, jaga jarak dan jangan berkerumun, serta rajin mencuci tangan pakai sabun," ucap Sonny.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate berulang kali mengingatkan masyarakat supaya tidak lengah. Pasalnya, meski kasus Covid-19 terus menurun, bukan berarti pandemi selesai.

"Pemerintah senantiasa mengingatkan masyarakat untuk terus jaga prokes dan segera divaksin karena kita semua tidak menginginkan lonjakan kasus Covid-19 berulang," ujar Johnny.

Menteri Johnny juga meminta kepala daerah untuk mencermati menurunnya tingkat kepatuhan menjaga protokol kesehatan di daerah mereka.

"Kepala daerah tidak boleh lengah, terus kawal masyarakat dalam disiplin jaga prokes serta menggencarkan vaksinasi," tutup Johnny.

(brl/lak)

Kembali ke halaman sebelumnya