Kembali ke halaman sebelumnya

Bangun 8 Kapal Selam Nuklir, Ternyata Australia Punya Senjata 'Rahasia' yang Mampu Hancurkan Jakarta

tribunnews.com 2 jam yang lalu
Bangun 8 Kapal Selam Nuklir, Ternyata Australia Punya Senjata 'Rahasia' yang Mampu Hancurkan Jakarta
F-117 Nighthawk 

BANGKAPOS.COM-Australia dibantu Inggris dan Amerika Serikat bakal membangun kapal selam nuklir.

Tak tanggung-tanggung, ada 8 kapal selam nuklir yang akan dibangun dibawah pakta pertahanan baru AUKUS

Tak ayal lagi pembangunan kapal selam nuklir ini langsung membuat gempar dunia, khususnya negara-negara ASEAN.

Rencana yang dilakukan bersama Inggris dan Amerika Serikat itu banyak diduga akan memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan Indo-Pasifik.

China, selaku musuh dari ketiga negara tersebut jelas langsung murka mendengar rencana pembangunan delapan kapal selam nuklir.

Korea Utara jelas tak tinggal diam, negara yang selama ini menarik perhatian AS karena fasilitas nuklirnya ini menyebut pakta AUkus akan semakin meningkatkan perlombaan senjata nuklir.

Sementara Prancis, yang selama ini dikenal sebagai sahabat karib Amerika Serikat dan Australia sampai menyebut keduanya sebagai pembohong.

Di kawasan Asia Tenggara, dua negara sudah secara nyata memberikan tanggapan yang bernada keberatan akan pakta AUKUS.

"Ini akan memprovokasi kekuatan lain untuk juga bertindak lebih agresif di kawasan itu, terutama di Laut China Selatan," kata Kantor Perdana Menteri Malaysia dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Kompas.com.

Negeri Jiran memang tidak menyebut nama China secara langsung dalam pernyataannya. Namun banyak pihak yang meyakini bahwa agresivitas Tiongkok di Laut China Selatan turut membuat Malaysia khawatir.

"Sebagai negara di dalam ASEAN, Malaysia memegang prinsip menjaga ASEAN sebagai Zona Damai, Kebebasan, dan Netralitas (ZOFPAN)," dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Pemerintah Malaysia tersebut.

Malaysia juga mendesak agar semua pihak menghindari provokasi dan persaingan di wilayah ASEAN.

Sementara itu, di tanah air, pemerintah Indonesia juga turut memberikan tanggapan atasa pakta AUKUS.

Melalui Kementerian Luar Negeri, Indonesia mendesak Australia untuk mematuhi kewajibannya untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan.

"Indonesia mendorong Australia untuk terus memenuhi kewajibannya untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan di Kawasan sesuai dengan Treaty of Amity and Cooperation," tulis pernyataan resmi Pemerintah, dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Jumat (17/9/2021)

Pemerintah Indonesia juga turut menekankan pentingnya komitmen Australia untuk terus mematuhi kewajibannya dalam noproliferasi nuklir.

Seperti diketahui, rencana Australia membangun 8 kapal selam nuklir terungkap dalam sebuah konferensi virtual antara Presiden AS Joe Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan PM Australia Scott Morrison

"Kita semua menyadari pentingnya memastikan perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik untuk jangka panjang," kata Presiden AS Joe Biden, seperti dilansir Reuters.

Indonesia sendiri diketahui sudah beberapa kali berselisih dengan Australia di masa silam.

Puncak perseteruan kedua negara tersebut terjadi ketika Timor Leste hendak memisahkan diri dari Indonesia.

Beruntung, meski sudah beberapa kali saling adu urat saraf, Indonesia dan Australia tidak pernah terlibat bentrokan fisik.

Namun, jika sampai itu terjadi, Australia kemungkinan besar akan menggunakan senjata rahasianya.

Sebuah senjata yang jika sampai 'tombolnya' ditekan, dipastikan akan mampu meluluhlantakkan Jakarta dalam sekejap.

Aksi yang justru tidak akan merepotkan pertahanan Australia karena kemungkinan besar Indonesia tidak akan sempat membalasnya.

Senjata rahasia yang dimaksud adalah jet tempur F-117.

Negeri Kanguru memang memiliki banyak rudal jelajah yang mampu dengan mudah menjangkau Indonesia.

Namun, banyak pihak yang meyakini bahwa serangan rudal masih akan memberikan Indonesia kesempatan untuk membalas.

Indonesia Beli Dua Kapal Perang Canggih

Pemerintah Indonesia di bawah kementerian pertahanan telah menegaskan pembelian dua unit kapal perang baru dari Inggris.

Kapal perang jenis Frigat Type 31 atau dengan nama lain frigat Arrowhead 140 berhasil diboyong ke Tanah Air.

Tak sampai di situ saja, amunisi baru bagi TNI AL ini juga tengah dirakit di dalam negeri.

Melansir dari Kontan, Babcock Internasional sebagai produsen kapal akan merakit dua unit kapal perang jenis kapal Frigat Type 31 atau dengan nama lain frigat Arrowhead 140 ini di galangan kapal milik BUMN yakni PT PAL di Surabaya Jawa Timur.

Namun demikian sampai saat ini belum jelas kapan dimulainya pemotongan pelat pertama sebagai tanda pembangunan kapal tersebut.

Dua kapal perang canggih ini dikabarkan dibeli dengan harga kisaran 240 juta poundsterling atau setara dengan Rp 4.906.885.397.500.

Hal itu diketahui setelah Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto secara langsung menghadiri penandatanganan kontrak.

Penandatanganan kontrak pembuatan kapal Frigat Type 31 pesanan TNI AL ini dilaksanakan saat pameran DSEI di London, Inggris (16/9/2021) lalu.

Penandatanganan lisensi Frigat Type 31 atau Arrowhead 140 dilakukan di atas kapal HMS Argyll, oleh Chief Executive Officer (CEO) Babcock International David Lockwood Babcock dan Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod.

Selain disaksikan oleh Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Inggris, Rt Hon Ben Wallace MP juga hadir langsung menyaksikan acara tersebut.

Tak sampai di situ saja, pembangunan kapal perang jenis Frigat Type 31 ini diperbolehkan untuk dimodifikasi sesuai kebutuhan TNI AL.

Chief Executive Officer (CEO) Babcock International David Lockwood Babcock menyatakan, produk ekspor Babcock desainnya mudah dialihkan yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan

"Ini sebagai bagian dari portofolio frigat Arrowhead kami yang kuat. Terlebih lagi, lisensi desain dan program pembangunan selanjutnya akan menjadi katalis yang signifikan bagi kemakmuran di Indonesia," katanya.

"Kami menantikan kesempatan lebih lanjut untuk mendukung PAL saat program ini matang," katanya.(intisari/kontan)

Kembali ke halaman sebelumnya